Penyakit Lupus, Gejala, Penyebab dan Cara Pengobatannya

Penyakit lupus atau disebut juga dengan penyakit autoimun adalah penyakit inflamasi kronis yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang salah sehingga menyerang jaringan dan organ tubuh sendiri. Inflamasi akibat penyakit lupus dapat menyerang berbagai organ tubuh diantaranya sendi, kulit, jantung, paru-paru serta sel darah.

Penyakit lupus mempunyai gejala yang hampir mirip dengan penyakit lainnya, sehingga sulit untuk didiagnosis. Gejalanya sangat beragam, ada yang ringan dan juga ada gejala yang dapat mengancam jiwa. Penyakit lupus bukan penyakit yang bisa menular, namun penyakit ini dapat sangat berbahaya serta berpotensi mematikan. Gejala umum dari penyakit lupus adalah kelelahan, ruam dikulit, sakit dan pembengkakan pada sendi.

Penyakit Lupus, Gejala, Penyebab dan Cara Pengobatannya

Penyakit Lupus, Gejala, Penyebab dan Cara Pengobatannya

Penyakit lupus umumnya menyerang wanita pada usia 15-50 tahun (usia masa produktif). Namun tidak menutup kemungkinan bahwa penyakit lupus juga dapat menyerang anak-anak maupun pria. Penyakit lupus terbagi dalam 3 jenis, diantaranya:

  • Lupus eritematosus sistemik (systemic lupus erythematosus/SLE). Jenis lupus ini yang paling sering dialami. menyerang jaringan serta organ-organ tubuh dengan tingkat gejala ringan sampai parah. Gejala dapat berkembang secara perlahan dan bertahan lama atau bersifat sementara namun dapat kambuh lagi.
  • Lupus eritematosus diskoid (discoid lupus erythematosus/DLE). Penyakit lupus jenis ini hanya menyerang kulit, namun juga dapat menyerang jaringan dan organ tubuh lainnya. Gejala yang sering timbul dari lupus jenis ini diantaranya rambut rontok, pitak permanen, dan ruam merah dan bulat seperti sisik pada kulit yang bisa menebal dan menjadi bekas luka
  • Lupus akibat penggunaan obat. Jenis penyakit lupus ini disebabkan oleh pengaruh efek samping dari obat-obatan. Terdapat lebih dari 100 jenis obat yang dapat menyebabkan efek samping mirip dengan gejala lupus, efek samping obat dapat berbeda-beda pada setiap orangnya. Gejala dapat hilang jika Anda berhenti mengkonsumsi obat tersebut, sehingga tidak perlu menjalani pengobatan khusus. Namun untuk berhenti mengkonsumsi obat dengan resep dokter Anda perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang bersangkutan.

Gejala Penyakit Lupus

Gejala dari penyakit lupus sangat beragam serta dapat berbeda-beda pada setiap orangnya. Namun ada 3 gejala utama yang biasanya selalu muncul, diantaranya:

  • Mudah Lelah, Gajala paling umum dari lupus meskipun penderita sudah cukup beristirahat namun mudah sekali merasa lelah, sehingga dapat mengganggu aktivitas.
  • Ruam Pada Kulit, Ruam dapat timbul dan menyebar pada batang hidung dan kedua pipi atau sering disebut ruam kupu-kupu dan juga dapat timbul pada pergelangan tangan. ruam tersebut sangat sensitif terhadap sinar matahari.
  • Nyeri Pada Persendian, Gejala lainnya yang sering muncul adalah nyeri pada persendian di kaki dan tangan, rasa nyeri dapat berpindah dengan cepat dari satu sendi ke sendi lainnya. Namun gejala umumnya tidak sampai menyebabkan kerusakan atau cacat permanen pada persendian.

Selain 3 gejala utama, terdapat gejala-gejala lainnya yang dapat dialami dan muncul pada penyakit lupus, diantaranya:

  • Demam tinggi (38ºC atau lebih).
  • Tekanan darah tinggi.
  • Sariawan yang terus muncul.
  • Sakit kepala.
  • Rambut rontok.
  • Mata kering.
  • Sakit dada.
  • Napas pendek.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Hilang ingatan.
  • Pembengkakan pada pergelangan kaki.
  • Jari-jari tangan dan kaki memutih atau membiru jika terpapar hawa dingin atau karena stres (fenomena Raynaud).

Penyebab Penyakit Lupus

Penyakit lupus dapat timbul karena akibat dari sistem kekebalan tubuh yang malfungsi. Sistem imun yang harusnya melindungi tubuh dari berbagai macam penyakit, malah menyerang sel, jaringan, dan organ tubuh yang sehat (autoimun). Kondisi tersebut diyakini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya faktor genetika dan faktor lingkungan.

Faktor genetika dapat mempertinggi seseorang mengalami penyakit lupus. Sedangkan, faktor lingkungan berpengaruh terhadap penyebab dari penyakit tersebut, misalnya paparan sinar matahari, obat-obatan pemicu lupus dan perubahan hormon pada wanita.

Faktor risiko penyakit lupus

  • Jenis Kelamin, Lupus lebih sering terjadi pada wanita.
  • Sering Terpapar Sinar Matahari.
  • Infeksi.
  • Efek Samping Obat-Obatan.
  • Usia, Lupus paling sering terjadi pada usia 15 sampai 50 tahun (masa produktif).

Cara Pengobatan Penyakit Lupus

Penyakit lupus jenis systemic lupus erythematosus / SLE tidak bisa disembuhkan, pengobatan hanya bertujuan untuk mengatasi gejalanya, mencegah kerusakan organ serta mencegah penyakit semakin parah.

Berikut obat-obatan yang dapat diberikan untuk mengatasi penyakit lupus, diantaranya:

  • Obat anti inflamasi nonsteroid, untuk mengatasi nyeri persendian atau otot.
  • Kortikosteroid, untuk mengurangi inflamasi dengan cepat dan efektif.
  • Hydroxychloroquine, untuk mengatasi ruam pada kulit, kelelahan dan nyeri persendian.
  • Obat imunosupresan, untuk menekan kinerja sistem kekebalan tubuh, namun memiliki efek samping.

Menghindari Paparan Sinar Matahari

beberapa penderita lupus mungkin sensitif terhadap paparan sinar matahari, terutama jika mengalami ruam pada kulit. Ketika terpapar sinar matahari dapat memeperparah ruam tersebut. Tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah paparan sinar matahari, diantaranya:

  • Mengenakan pakaian yang menutupi seluruh bagian kulit.
  • Memakai topi dan kacamata hitam.
  • Mengoleskan tabir surya berdosis tinggi agar kulit tidak terbakar matahari.

Meski demikian, tidak semua penderita lupus sensitif terhadap sinar matahari. Ada juga yang tidak perlu menerapkan langkah-langkah di atas.

Tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit lupus, diantaranya:
  • Hindari rokok.
  • Mengkonsumsi makanan yang sehat.
  • Olahraga secara teratur.
  • Hindari terlalu sering terpapar sinar matahari.
  • Istirahat yang cukup.
  • Ikuti saran dokter.

obatobatanherbal.org

Mungkin Anda juga menyukai

1 Respon

  1. 01/11/2017

    […] Jika pernah mengalami penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis, diabetes tipe 1, atau lupus dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *