Tanda dan Gejala Penyakit Kista Ovarium

Tanda dan gejala penyakit kista ovarium jarang disadari karena biasanya penyakit kista pada tahap awal tidak menimbulkan gejala yang signifikan. Anda akan merasakan gejalanya jika ukuran kista sudah membesar, pecah atau menutup aliran darah ke ovarium.

Kista merupakan benjolan seperti kantung berisi cairan yang berkembang pada indung telur (ovarium). Penyakit kista termasuk penyakit yang umum dialami oleh wanita, umumnya kista tidak berbahaya dan dapat menghilang dengan sendirinya tanpa pengobatan. Namun Anda juga harus tetap waspada karena kista juga bisa berubah menjadi ganas dan berbahaya.

Tanda dan Gejala Penyakit Kista yang Perlu Diketahui

Tanda dan gejala penyakit kista ovarium jarang disadari karena biasanya penyakit kista pada tahap awal tidak menimbulkan gejala yang signifikan.

Sebelum membahas mengenai tanda dan gejala penyakit kista, kita akan membehas sedikit mengenai Penyebab Penyakit Kista Ovarium. Ada banyak faktor penyebab atau faktor risiko seseorang mengalami penyakit kista, diantaranya:

  • Masalah Hormonal atau menstruasi tidak teratur.
  • Endometriosis.
  • Kehamilan.
  • Infeksi panggul yang parah.

Tanda dan Gejala Awal Penyakit Kista Ovarium

  • Nyeri perut bagian bawah.
  • Darah Haid yang keluar sangat banyak atau justru terlalu sedikit.
  • Perubahan siklus menstruasi.
  • Sering buang air kecil.
  • Nyeri saat buang air kecil.
  • Nyeri saat berhubungan intim.
  • Perut kembung.
  • Merasa kelelahan dan pusing.
  • Nyeri panggul yang menyebar ke punggung dan paha.
  • Nyeri payudara.

Tanda dan gejala kista ovarium yang dialami dapat berbeda-beda pada setiap orangnya. Kenalilah gejala yang Anda alami. Selain gejala awal Anda juga harus mengetahui gajala kista yang perlu penanganan medis segera, seperti:

  • Sakit panggul yang terasa begitu hebat.
  • Badan demam dan meriyang.
  • Pingsan atau pusing.
  • Napas cepat.

gejala-gejala tersebut bisa jadi menunjukan bahwa kista ovarium mengalami pecah atau terpelintir. Kedua komplikasi ini dapat memiliki dampak yang serius jika tidak diobati dengan cepat dan tepat. Jika kista pecah sehingga cairan yang ada didalam kantung-kantung akan menyebar ke bagian tubuh lainnya sehingga dapat menimbulak nyeri yang hebat, terutama saat melakukan hubungan intim.

Penyakit kista ovarium sudah banyak dialami dan sering terjadi pada wanita saat masa pubertas, wanita yang aktif secara seksual ataupun pada wanita yang sudah mengalami menopause. Kista umumnya baru disadari dan terasa gejalanya saat ukuran kista lebih dari 2 cm atau lebih besar lagi.

Kisata termasuk jenis tumor jinak yang berisi cairan kental, udara atau nanah. Karena termasuk jenis tumor jinak, maka tindakan operasipun dapat dilakukan untuk menangani penyakit kista jika ukurannya sangat besar dan mengganggu kesehatan penderitanya. Namun operasi tebtunya memiliki efek samping serta kemungkinan kista muncul kembali dapat terjadi. Selain dengan operasi saat ini sudah banyak pengobatan kista secara alternatif menggunakan obat herbal kista ovarium.

Pencegahan Penyakit Kista Ovarium

Kista ovarium tidak dapat dicegah. Namun pemeriksaan ginekologi secara rutin dapat mendeteksi kista ovarium sejak dini. Jika kista dapat terdeteksi sejak dini kemungkinan untuk sembuh semakin besar serta dapat mencegah kista berubah menjadi ganas dan kanker. Sehingga pemerikasaan sangat penti g untuk mencegah penyakit kista.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *